Latest Entries »

INDOARTWORK
is a virtual gallery for Indonesian artist to display their artworks in an online exhibition.
this is just an altervative space for artist in simple way to deliver their silent “speech” of thousands words of lines and color composition.

INDOARTWORK VIRTUAL GALLERY didedikasikan bagi para penggiat dunia seni di Indonesia agar gairah berkesenian kian nyata, turut menjaga agar kadar seni budaya Indonesia kian menyala-nyala, memancarkan cipta, rasa dan karsa anak-anak bangsa tercinta.

INDOARTWORK VIRTUAL GALLERYadalah ruang alternatif dunia maya untuk menghubungkan para peminat seni dengan si seniman.

Bagi memeninati atau ingin menanyakan info lanjut mengenai karya yang ditampilkan di blog ini, silakan kirim ke: indoartwork@gmail.com.

Salam budaya!

Masih bereksplorasi dengan ornamen khas Dayak Kalimantan, kali ini Moses Yes melukis lengkungan dan lingkaran dengan ekspresi pisau palet. Inilah 5 karya terbaru.

Lukisan-lukisan berikut ini dijual. Peminat dapat menghubungi  email: indoartwork@gmail.com.

“Asien Hatala” (Kasih Tuhan), oil on canvas, 70X90cm, Peb. 2012, Moses Yes.

“Pakat Rantep” (Rukun Akrab), oil on canvas, 70X90cm, Peb. 2012, Moses Yes.

“Kahandak Atey” (Kehendak Hati), oil on canvas, 70X90cm, Peb. 2012, Moses Yes.

“Pulang Mandau” (Gagang Mandau), oil on canvas, 70X90cm, Peb. 2012, Moses Yes.

“Tarian Naga”, oil on canvas, 70X90cm, Peb. 2012, Moses Yes.

Selamat menikmati.

Mulai tanggal 10 s/d 24 Pebruari 2012, 5 pelukis yaitu Kariman DS, Agus PE, Heroe Palet, Totok Koi dan Basuki mengadakan pameran bersama di Galeri VBC Indoartwork yang beralamat di Jl. A. Yani No. 27 Ungaran, Kab. Semarang. Seluruh lukisan ini dijual secara online dan offline, peminat dapat menghubungi via email di: indoartwork@gmail.com.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam Pameran ini akan ditampilkan 32 karya lukis cat minyak di kanvas dengan ragam gaya berbeda-beda. Kariman DS dengan lukisan realis klasik romantik menampilkan tema-tema lukisan lanskap, bunga dan still life. Agus PE dengan pisau paletnya menampilkan lukisan tentang pasar tradisional, pemandangan bawah laut, kota tua Semarang dan penari Bali. Heroe Palet dengan lukisan bertekstur tebal, menampilkan Barong Bali dan panen yang ekspresif. Basuki dengan sapuan kuasnya yang lembut memamerkan lukisan figuratif, bunga dan kuda liar. Sedangkan Totok Koi menampilkan aneka ekspresi ikan koi dalam berbagai formasi dan corak cantik.

Mari lihat langsung lukisannya, silakan klik untuk memperbesar tampilan di bawah ini.

 

This slideshow requires JavaScript.

Setelah sekian lama berupaya, akhirnya Tuhan berkenan menjawab. Dengan kerjasama rekan-rekan sehati seia sekata, ruang pamer offline untuk Indoartwork Virtual Gallery kini terwujud setelah dua tahun menanti.

Banyak cerita tentang galeri yang hanya bertahan tak sampai setahun, dan apalah kami yang kelas teri dalam ukuran modal, tapi tidak kurang gizi. Kami punya gizi tekat dan semangat yang dipupuk oleh keyakinan. Keyakinan itu juga api yang terus membakar. kalau hati kami kuat kami akan terus menyala-nyala, jika tidak, jadi arang lalu abu. Kekuatan kami takkan jadi apa-apa jika tidak dihidupi jiwa yang berlimpah hasrat berkesenian yang murni; yang takkan lumat meski semua telah lumat. Dan kami takkan mundur selama darah mengalir di tubuh, sebab seni ada di dalam darah.

Mencipta lukisan, sebagai pelukis adalah pekerjaan yang harus dihadapi sehari-hari. Namun setelah melukis, menyampaikan lukisan agar terlihat oleh penikmat hingga terjadi transaksi adalah masalah klasik yang selalu dihadapi.

Lepas dari berbagai kelebihan dan kekurangan struktur dunia senirupa Indonesia, kami berupaya membuka jalan alternatif. Saling tolong satu sama lain, baru-baru ini kami bekerjasama membuat jejaring penampil karya seni lukis lewat internet. Kami membuat blogsite sederhana untuk masing-masing pelukis menggunakan fasilitas wordpress dan beberapa juga sarana pajang karya secara online.

This slideshow requires JavaScript.

Mari, kunjungi dan lihat karya yang ditampilkan di blogsite kami dengan mengklik nama-nama berikut ini:

1. Darmalungit

2. Agus Bebek dan Reivan Art Gallery

3. Kariman DS

4. Heroe Palet

5. Basuki

6. Galih Nagoro

7. Agus PE

8. Asep Leoka

9. Totok Koi

10.Moses Yes

 

Flowing Painting by Asep Leoka

This slideshow requires JavaScript.

As a painter, Asep Leoka always try to make masterpieces but never push himself to create something without his own impresssions on any objects. “Just flowing” he said, moving his palette knife following his soul. What would a painting be without expressing the whole body, mind and soul. Asep believe that there should be no burden and had be positive, so then all the artistry smoothly flown over the whole canvas. But as seen in every paintings of Asep Leoka, all very dynamics and some parts felt smooth while others seems harder.

Asep Leoka’s philosophy in painting as he mentioned, “Enjoy the feel of the paint and let the brush strokes show. Don’t worry about making it even and blended, keep it loose and free. Do not start shaping your image, you’re simply creating a colored background. Have fun, get warmed up and in the mood for painting.”

 

Jika Anda dalam perjalanan dari Yogya atau dari Solo menuju Semarang, setelah Bawen menjelang masuk Ungaran, Anda akan melihat sebuah galeri sederhana bernama Reivan Art Gallery.

Galeri ini menampung aneka jenis lukisan karya seniman seputaran Semarang, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Ungaran, Salatiga, Ambarawa, Demak, Pati, Kudus, Jepara bahkan hingga beberapa daerah Jawa Timur mulai dari Surabaya, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

Inilah koleksi lukisan di Reivan Art Gallery, Ungaran, Kab. Semarang.

This slideshow requires JavaScript.

Bagi yang berminat atau ingin menanyakan ketersediaan lukisan, pelukis, judul, tahun pembuatan, ukuran lukisan, harga, dan ketentuan pembelian, silakan menghubungi Reivan Art Gallery di email bebek.agus@gmail.com atau telepon ke 08122811824. Arahkan kursor ke gambar, kemudian muncul kode lukisan masing-masing, Anda dapat menanyakan informasi masing-masing lukisan sesuai kode yang tertera pada masing-masing foto lukisan.

Some of our new original paintings of 2012 collection from Indonesian painters. Artworks of Jaka SP, Asep Leoka, dr. Thomas, Totok S, R. Sumantri, Galih, Kariman DS, Darmalungit, Moses Misdy, Tony, Agus Bebek, Koko Moses, Ragil, etc.


Reivan Art Gallery tampak dari depan

Ada patung bebek di depan galeri, penanda ciri khas pemilik galeri, H. Agus Salim, alias Agus Bebek.

Bagian dalam, sisi kanan galeri

Bagian dalam, sisi kiri galeri.

Kunjungan Bp. Priyo, GM Angkasapura I selaku pembina Reivan Art Gallery.

Berikut ini display koleksi lukisan di Reivan Art Gallery. Silakan klik gambar untuk memperbesar tampilan.

Born in Semarang, 41 years ago, Darma choose to be a painter 10 years ago. Almost all of his skill is from experiencing painting as fun & challenge. Autodidactic but also got structured learning from few masters around Semarang.

Figure painting, landscape, floral & fauna realist painting was his choice until 2 years ago, before he specialized himself to express his aesthetics art into a unique style, palette flower painting. Spontaneously impressions & passion for beauty & freedom, he fells happy & joyful whenever he makes his wild flower paintings.

Darma Lungit
Darma Lungit

BIODATA

Name  : Darma Lungit/ darmalungit@gmail.com

Born  : Semarang, June 7th 1970

Exhibition

  • Ancol Art Festival, Jakarta 1998
  • Pasar Seni lukis Indonesia Surabaya 2009, 2010
  • Pasar Seni ITB Bandung, 2010
  • Sultan Hotel. Jakarta 2010
  • Grand Opening, MURI Gallery, Magelang 2006
  • Pasar Raya Sri Ratu, Semarang 2010
  • JCC, Jakarta 2009, 2010
  • Galeri Seni Rupa Jawa Tengah, Solo, 2010
  • Gedung DPRD Ungaran, 2008
  • Gedung Lawang Sewu, Semarang 2007
  • Pameran Bersama Wasesa Salatiga, 2006
  • FX Style, Jakarta 2010
  • Ungaran Square, 2010

Lukisan-lukisan Darmalungit memiliki nuansa dan dimensi kuat yang dapat mempengaruhi suasana ruangan tempatnya terpajang, maupun suasana ruang hati penikmatnya. Tak heran jika pada setiap pameran maupun festival, semua lukisannya terjual habis. Kolektor lukisan Darmalungit tersebar di seantero nusantara maupun kawasan Asia.

Proses pembuatan lukisannya berlangsung cepat, hanya berkisar 2 jam, semua berlangsung spontan, ekspresif dan liar. Meski demikian, untuk merencanakan pembuatan satu lukisan ia memerlukan waktu untuk memperhitungkan komposisi ruang, warna serta sudut pandang proyeksi masing-masing lukisan secara teliti. Rekaman video proses pembuatan lukisannya dapat dilihat di channel youtube berikut ini, silakan klik di: http://www.youtube.com/user/Darmalungit/videos.

Berikut ini ditampilkan beberapa lukisan hasil karya Darmalungit terbaru di tahun 2011 hingga awal 2012.

“Menggeliat”, Oil on Canvas, 100cm X 100cm, Darmalungit, (2011)

“Hiruk Pikuk”, Oil on Canvas, 100cm X 100cm, Darmalungit, (2011)

“Sayuk Rukun”, Oil on Canvas, 100cm X 100cm, Darmalungit, (2011)

“Anggun”, Oil on Canvas, 100cm X 100cm, Darmalungit, (2011)

“Ayu”, Oil on Canvas, 100cm X 100cm, Darmalungit, (2011)

“Pancaran”, Oil on Canvas, 90cm X 90cm, Darmalungit, (2011)

“Menyongsong”, Oil on Canvas, 90cm X 90cm, Darmalungit, (2011)

“Pemberani yang Anggun”, Oil on Canvas, 90cm X 90cm, Darmalungit, (2011)

“Love”, Oil on Canvas, 90cm X 90cm, Darmalungit, (2011)

“Tekad”, Oil on Canvas, 90cm X 90cm, Darmalungit, (2011)

“Sinaran”, Oil on Canvas, 100cm X 100cm, Darmalungit, (2011)

Setiap lukisan Darmalungit bertekstur tebal, terdiri dari beberapa lapisan yang tersusun dari berbagai pilihan warna. Lapisan demi lapisan ditambahkan hingga akhirnya membentuk kesan unik dan indah menggugah.

Video rekaman proses pembuatan cara Darmalungit membuat lukisan-lukisan di atas dapat dilihat di link berikut ini:

1. Lukisan Darmalungit 1. Pembuatan dasaran lukisan

2. Lukisan Darmalungit 2. Lapisan awal

3. Lukisan Darmalungit 3. Lapisan tengah

4. Lukisan Darmalungit 4. Lapisan akhir

5. Lukisan Darmalungit 5. Finishing

Selamat menikmati.

AGUS PE, SMART IMPRESSIONIST

At Aseana Gallery, where Agus PE listed as one of the artist, impresionist described as:

A widely accepted art movement since the 19th century. Broadly, impressionistic paintings emphasis on the accurate depiction of light in its changing qualities..

Short, thick strokes of paint are used to quickly capture the essence of the subject, rather than its details. The paint is often applied impasto.

Colours are applied side-by-side with as little mixing as possible, creating a vibrant surface. The optical mixing of colours occurs in the eye of the viewer.

Artist Name

Agus P.E

Description

Naturally talented self-taught artist from observation of nature.

Speciality

Agus style of painting belongs to the Dutch Impressionist School. His use of the palette knife creates layered textures and beautiful scenes bursting with a spread of vibrant colours and life.

Agus’s ability to blend colour to produce beautiful masterpieces is remarkable considering that he has very little formal art education. His colour coordinates are rich but yet harmonious and stunning.

Biodata

Born in Semarang, Central Java of Indonesia on 1966.

With his more than 20 years of painting experience, Agus PE as an impressionist knows well what he really needs for a good painting composition. Chracterized color choice, stroke dynamics, dimension, and spontaneous speed painting, have been highlighted as Agus’ aesthetical strength.

For Agus PE, painting is the expressions of his passion, dream and hope.

This slideshow requires JavaScript.

Berikut ini galeri karya Agus PE 2011-2012. Silakan klik gambar untuk memperbesar tampilan. Selamat menikmati.

Setelah mengikuti beberapa pameran dan festival sepanjang tahun 2011, Galih terus berkarya dan mengeksplorasi berbagai objek, antara lain Still Life, flower painting, landscape dan khususnya objek unik berupa pedati antik dengan nuansa pedesaan yang indah dan menenangkan. Inilah beberapa karya terbaru Galih.

“Gadis Gembala”, Oil on Canvas, Galih, (2011).

Harga       : Rp. 5.000.000,-

“Queen of the Jungle”, Oil on Canvas, 60cm X 70cm, Galih (2011).

Harga       : Rp. 2.500.000,-

“Jasmine”, Oil on Canvas, 40cm X 50cm, Galih, (2011)

Harga       : Rp. 1.500.000,-

“Jambu Air”, 60cm X 70cm, Oil on Canvas, Galih (2011)

Harga       : Rp. 2.000.000,-

“Pedati Kenangan”, Oil on Canvas, 70cm X 90cm, Galih, (2011)

Harga       : Terjual.

Baru-baru ini Galih bereksperimen dengan lukisan kuda yang dibuat dengan gaya spontan dan brush stroke yang tegas. Menggunakan polesan cat tebal bermutu tinggi dan kanvas berkualitas, sehingga tone warna dan kejelasan objek tetap prima.

Untuk jenis karya serupa, Galih menerima pesanan baik yang ukuran kecil berkisar 80cm X 100cm, maupun ukuran sedang 100cm X 140cm atau berukuran besar 150cm X 200cm, hingga ukuran lebih dari 200cm X 300cm. Anda apat pula meminta susunan, komposisi, jumlah kuda atau arah menghadap tertentu. Inilah contoh karyanya.

“Magnificent Eight”, Oil on canvas, 70cmx90cm, Galih, 2012.

Harga yang ditawarkan tidak mahal. Mulai dari Rp. 2.500.000, Rp. 3.500.000, hingga kisaran Rp.5.000.000 s/d Rp. 7.500.000.

Harga yang tercantum sudah termasuk bingkai, di luar ongkos kirim.

Bagi yang berminat, silakan hubungi Galih, di alamat: Kav. Sriharjo, No. 60 RT 01, RW 10, Sisemut, Ungaran, kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Telepon : 085 225 369 045.

Lukisan-lukisan tersebut terpajang di Vemy’s Art Gallery, Jl. A. Yani No. 27 Ungaran (seberang SPBU).

 

Selama bertahun-tahun, Haji Agus Salim menjalani dua profesi sekaligus, selaku karyawan di sebuah bank milik pemerintah dan juga pelukis yang produktif. Hingga akhirnya pada tahun 2009 beliau menegaskan pilihan profesi sebagai pelukis, dan mengundurkan diri sebagai karyawan bank. Sejak saat itu, mulailah ia mengisi hari-hari benar-benar sebagai pelukis.

Dalam menjalani profesi sebagai pelukis, pekerjaan sehari-hari bukan hanya melukis, namun ia juga harus memikirkan bagaimana membeli cat, kanvas, kuas dan aneka tetek bengek lainnya. Selain itu seorang pelukis pun harus rajin mengikuti pameran-pameran secara berkala, yang juga memerlukan persiapan dan tentu saja perlu pengorbanan biaya, tenaga dan waktu.

Meski telah berkiprah sebagai pelukis profesional selama lebih dari satu dekade, Agus Bebek tetap saja memerlukan waktu berkisar lima hari hingga satu minggu untuk menyelesaikan sebuah lukisan berukuran standar 80cm X 100cm.

Paling tidak ada lima tahapan mulai dari dasaran hingga finishing lukisan. Pertama, beliau membuat sketsa. Kedua proses cat dasaran dan blok warna, ketiga mengolah latar, ketiga membentuk objek utama, keempat mempertajam objek utama dan menyatukannya dengan latar, kelima menciptakan dimensi atau pemisahan objek utama dengan latar belakang lukisan serta penghalusan di sana-sini.

This slideshow requires JavaScript.

Sebenarnya, proses melukis secara keseluruhan bukan hanya dimulai saat menghadapi kanvas, namun secara fisik, Agus Bebek memulai proses berkarya dengan menyiapkan span dan kanvas yang tentunya dipilih secara teliti agar lukisan bisa bertahan lama. Secara non fisik, ide pembuatan lukisan dimulai dari penghayatan rasa dan kejelasan visi mengenai pemaknaan lukisan.

Agus Salim, ayah dari 2 putra dan putri, berpose di depan karyanya di galeri miliknya, Anda bisa melihatkarya-karyanya, silakan klik link berikut ini:  http://reivanartgallery.com/